Peneliti Menunjukkan Manfaat Pelajaran Berenang Pada Bayi

Menurut sebuah studi terbaru dari Norwegian University of Science and Technology (NTNU), Bayi yang diajarkan berenang sejak usia dini cenderung memiliki keunggulan di kemudian hari dalam hidupnya, bahkan ketika mereka mulai berumur lima tahun.

Tim peneliti mengatakan bahwa anak yang belajar berenang memiliki keseimbangan tubuh yang lebih baik, dan secara keseluruhan sangat baik, dari pada mereka yang tidak  belajar berenang pada usia yang sangat dini.

Kelompok penelitian ini dipimpin oleh profesor psikologi NTNU, Hermundur Sigmundsson bekerja sama dengan profesor psikologi Lancaster University, Brian Hopkins. Keduanya berhasil membuktikan bahwa bayi yang cenderung berenang memiliki keseimbangan lebih baik dari pada bayi-bayi yang tidak belajar berenang. Bayi-bayi yang belajar berenang juga dapat bergerak jauh lebih cepat dan lebih lama dengan efisiensi lebih baik, dari pada bayi-bayi lainnya.

"Kami melihat dengan sangat jelas bahwa bayi yang memiliki hasil terbaik dalam latihan berenang mempunyai kaitan yang erat dengan keseimbangan dan kemampuan untuk mencapai sesuatu," kata ahli. Penelitian ini di lakukan di Islandia, dengan menggunakan 2 kelompok yang masing-masing terdiri  dari 19  bayi, kelompok pertama adalah kelompok yang belajar berenang, sedangkan kelompok lainya tidak mengambil pelajaran renang. "Ini sangat menarik bahwa, pelatihan khusus untuk bayi muda berpengaruh di kemudian hari. Pembangunan diri seseorang saling dinamis antara kedewasaan, pertumbuhan, pengalaman dan pembelajaran. Studi kami menunjukkan bahwa kita tidak boleh meremehkan aspek pembelajaran, "lanjutnya.

"Air sangat penting untuk Islandia, layaknya salju untuk Norwegia. Rata-rata orang Islandia berenang satu atau dua kali seminggu, dan di islandia ada banyak sekali hal yang menarik tentang renang bayi. Aku kenal seorang instruktur yang telah mengajar bayi berenang selama 20 tahun. Dia memiliki banyak informasi tentang anak-anak yang telah berpartisipasi dalam kursus berenang. Jadi, wajar bagi kami untuk melakukan penelitian di Islandia, "kata Sigmundsson, itulah alasannya tim peneliti memilih negara ini sebagai tempat pengujian.